Kenapa Anda Harus Beli Rumah di Kota Depok

Ada beberapa alasan mengapa seseorang mungkin mempertimbangkan untuk membeli rumah di Kota Depok, antara lain:

1. Harga properti yang relatif terjangkau

– Harga rumah di Kota Depok cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di sekitarnya seperti Jakarta dan Bogor, meskipun masih tergolong kawasan perkotaan yang berkembang.

2. Lingkungan yang asri

– Kota Depok memiliki beberapa area yang masih hijau dan asri, seperti kawasan perbukitan dan Taman Hutan Kota Depok. Hal ini membuat Kota Depok menjadi pilihan bagi mereka yang ingin tinggal di lingkungan yang sejuk dan asri.

3. Aksesibilitas

– Kota Depok memiliki aksesibilitas yang baik dengan tersedianya akses tol, commuter line, dan busway. Hal ini memudahkan akses ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya di sekitarnya.

4. Fasilitas umum yang lengkap

– Kota Depok memiliki berbagai fasilitas umum seperti rumah sakit, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan tempat wisata. Selain itu, terdapat juga beberapa kampus perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia dan Gunadarma.

5. Potensi nilai investasi yang tinggi

– Seiring dengan perkembangan infrastruktur dan ekonomi di sekitar Kota Depok, nilai properti di kawasan ini cenderung meningkat dari waktu ke waktu, sehingga dapat menjadi investasi yang menjanjikan di masa depan.

Namun, sebelum memutuskan untuk membeli rumah di Kota Depok atau tempat lain, pastikan untuk melakukan riset terlebih dahulu dan mempertimbangkan berbagai faktor seperti anggaran, kebutuhan, dan preferensi pribadi.

Saatnya Keluarga Muda Punya Rumah Impian!

Jaman sekarang bagi pasangan yang baru saja menikah pastinya mendambakan rumah yang menjadi salah satu impian yang ingin dicapai, daripada harus membayar sewa rumah kontrak atau kos, lebih baik uang gaji hasil kerja ditabung untuk membeli rumah. Mempunyai rumah sendiri juga merupakan investasi jangka panjang karena harga rumah akan naik dari tahun ke tahun.
Bagi pasangan yang baru menikah ada beberapa tipe rumah yang cocok untuk dipertimbangkan:

1. Rumah dengan tipe 21
Tipe rumah ini adalah rumah dengan tipe terkecil umumnya dengan luasan 3×7 meter persegi. Desain ruangannya terdiri dari satu kamar tidur, satu kamar mandi dan satu ruangan multifungsi. Agar ruangan terkesan tampak luas sebaiknya dapur diletakkan di luar ruangan.

2. Rumah dengan type ukuran 36
Tipe rumah ini merupakan rumah yang sudah populer dijual oleh para pengembang perumahan atau developer. Pada umumnya rumah tipe 36 ini memiliki luasan 6×6 meter persegi. Desain rumah tipe 36 ini mempunyai 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan 1 ruang tamu yang menyatu antara ruang keluarga, ruang tamu dan dapur.

3. Rumah dengan type ukuran 45
Tipe rumah ini umumnya disebut sebagai rumah minimalis karena memanfaatkan lahan semaksimal mungkin. Rumah tipe 45 biasanya berukuran 6×7,5 meter persegi, rumah ini mempunyai desain 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruangan multifungsi, 1 garasi mobil dan ruang terbuka hijau. Tipe rumah ini sesuai bagi keluarga yang telah memiliki 1 atau 2 anak.

4. Rumah dengan type ukuran 54
Tipe rumah ini umumnya memiliki luas 9×6 meter persegi. Rumah ini sesuai bagi keluarga muda yang memiliki 2 anak. Rumah tipe ini mempunyai 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, 1 ruangan multifungsi yang bisa dijadikan ruang tamu, ruang keluarga dan juga dapur. Rumah tipe ini juga ada carport dan taman.

5. Rumah dengan type ukuran 60
Tipe rumah ini dengan ukuran 6×10 meter persegi, rumah tipe 60 tergolong nyaman untuk keluarga muda. Kamar yang tersedia ada 3 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 ruang tamu, ruang keluarga dan area dapur. Tersedia area carport dan teras untuk tipe rumah ini.

6. Rumah dengan type ukuran 70
Tipe rumah dengan luas bangunan sebesar 70 meter persegi dengan ukuran rumah 7×10 meter persegi. Umumnya memiliki 3 hingga 4 kamar tidur, 2 kamar mandi, 1 ruang keluarga, ruang tamu dan dapur. Sisi bagian luar terdapat teras dan carport. Rumah ini bisa juga dibangun dengan dua lantai.

  • ┬áLokasi yang Strategis
    Lokasi strategis juga penting, akses yang dekat dengan fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, kesehatan dan pendidikan. Akses jalan menuju lokasi juga harus dipikirkan, apakah terdapat jalan utama atau tidak, apakah lokasinya masuk daerah rawan bencana atau tidak, Semakin strategis suatu lokasi pastinya semakin mahal.
  • Pastikan developer dapat dipercaya
    Cari info mengenai developer yang yang baik, dengan cara cari tahu tentang proyek yang sudah pernah dibangun oleh developer tersebut, apakah pernah bermasalah atau tidak?, kompensasi apa yang akan diberikan apabila terjadi keterlambatan pekerjaan dan bagaimana mekanisme kompensasinya.
  • Pastikan Tidak Memiliki Kredit Macet
    Jika pilihannya menggunakan KPR pastikan istri atau suami tidak memiliki tunggakan kredit. bila memiliki tunggakan kredit pastinya akan berpengaruh pada pengajuan KPR oleh bank. Tunggakan kredit tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan oleh bank apakah nasabah memiliki kemampuan dalam membayar cicilan.
  • Pelajari Mekanisme Pembayaran Rumah
    Mekanisme pembayaran rumah seperti pembeli harus membayar booking fee, down payment (DP) yang merupakan pengikat harga antara developer dan pembeli. Sistem pembayaran pun ada beberapa jenis. Ada yang melalui KPR, cash keras atau cash bertahap.

Sekian artikel kali ini semoga bermanfaat ya..

Nantikan artikel selanjutnya…

Mau ikut Program Cicil DP? Perhatikan hal-hal penting nya, yaa

DP beli rumah dicicil?. Atau DP beli apartemen dicicil?. Hemm, tampak menarik bukan?. Masalahnya DP, atau yang dikenal dengan down payment dan juga uang muka, merupakan sistem pembayaran yang dilakukan di awal lhoo atas transaksi jual-beli secara kredit. Jadi tertarik kah?. Sebelum lebih jauh kalian memutuskan pembelian sesuatut, pastikan dulu yuk, kita mengenal hal-hal apa sih yang harus diperhatikan ketika ada tawaran cicilan pada DP.

Siapa tahu teman-teman milenial ingin mencobanya. Sebelum penjelasan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan saat mencicil DP, alangkah baiknya dua hal dibawah ini bisa dipertimbangkan juga seluk beluk DP rumah ataupun lainnya sebelum mencicilnya. Langsung saja yaa simak penjelasan berikut ini!

Pertama, teman-teman milenial perlu memahami alur atau cara mencicil DP rumah atau barang yang akan dibeli. Siapapun pasti akan senang dengan adanya cicilan pada DP, hal ini dinilai membantu dan sebagai solusi bagi siapa saja yang merasa ada kendala pada nilai nominal dari DP yang masih cukup tinggi. Perlu diingat ya, kalian perlu mengecek mana saja layanan yang disediakan sebelum kalian memulai melakukan cicilan DP rumah, apakah kepada bank atau pengembang. Apabila kalian mengajukan pinjaman skema KPR ke bank, maka dari pihak bank selanjutnya akan memberikan pinjaman uang tunai dengan nilai nominal tertentu. Dari situ nanti anda tinggal membayar cicilan KPR tiap bulannya, beserta bunga yang telah ditetapkan dengan jangka waktu tertentu. Berbeda jika kalian langsung mencicil kredit rumah ke pengembang, maka skema yang berlaku adalah pembayaran tunai atau cash secara bertahap, bisa dibilang diangsur setiap bulannya. Dua cara diatas tentunya teman-teman bisa menyesuaikan dengan kemampuan diri kalian yaa.

Kedua, teman-teman bisa mencari perbandingan DP rumah yang rendah dengan yang tinggi, beserta dengan kualitas.
Oke, kita lanjutkan ya pada pembahasan mengeai hal-hal yang dirasa perlu diperhatikan sebelum memutuskan memulai cicilan DP. Apa sajakah itu?.Menarik ya mengenai cicilan pada DP. Eitss, jangan lupa kalian harus pahami model-model dari pengembangnya, karena itu berbeda-beda. Kalian bisa melihatnya dari biaya booking fee, jumlah cicilan hingga jangka dan waktu cicilan.

Selanjutnya teman-teman bisa memastikan waktu kepemilikan rumah. Pada umumnya, serah terima itu bisa dilakukan saat cicilan DP sudah mencapai 80 persen. Nah, bolak-balik kebijakan semacam ini sesuai dari pengembang. Agar lebih jelas, teman-teman bisa mencantumkan waktu kepemilikan rumah dalam Pra Perjanjian Jual Beli (PPJB).

Nah, setelah itu teman-teman juga harus lebih hati-hati terhadap segala kemungkinan adanya penipuan. Karena system cicilan DP dianggap menggiurkan dan sebagai system yang solutif oleh sebagian orang, namun tetap saja tingkat kewaspadaan harus tinggi. Alasannya biasanya pengembang bodong yang melakukan penipuan bisa terjadi, seperti spesifikasi rumah yang tidak sesuai promosi bahkan pembangunan yang tidak kunjung selesai. Nah, missal hal demikian terjadi, teman-teman hanya bisa menuntut kepada pihak pengembang, karena pihak bank tidak aka nada kaitannya dengan hal demikian. Jika seandainya dibatalkanpun, biasanya pengembang tidak akan mengembalikan semua uang yang sudah terbayarkan. Duh, jadi rawan ya?. Teman-teman hanya perlu berhati-hati saja, ya.

Maka dari itu, kalian bisa nih memilih pengembang yang memang sudah terpercaya dan mempunyai jam terbang yang tinggi sebelum memulai mencicil DP. Bisa bertanya kepada teman atau kawan yang memang sudah pernah melakukan transaksi demikian dan memiliki review yang bagus. Karena pengalaman demi pengalaman bisa menjadi referensi penting juga untuk dipertimbangkan kawan-kawan.

Sekian Artikel kali ini semoga bermanfaat dan nantikan artikel selanjutnya..

 

Belum Punya Modal Banyak?. Bisa nyicil DP, Lho sobat.

Hai, Apa Kabar Semua??

Kalian yang saat ini sedang bermimpi, berusaha dan berjuang untuk mendapatkan rumah hunian atau rumah impian, sedangkan terdapat kendala difinansial mengenai uang muka, jangan sedih ya. Ada kok system nyicil dalam DP. Apa iya bener?, wah, penasaran kan?, sebelumnya, kita perlu tahu terlebih dahulu nih, apa itu DP dan bagaimana system DP itu bisa dicicil.

Oke, baca baik-baik ya sobat milenial, agar bermanfaat dan kalian tidak perlu ragu lagi memiliki rumah impian, karena sedikit demi sedikit bisa jadi akan tercapai impian digenggaman tangan sobat milenial. Karena semua perlu dipelajari dong, termasuk soal DP juga.

Jadi, DP itu apasih?,kenapa harus ada DP segala ya?. Mengutip dari Investopedia, DP yang dikenal juga dengan down payment, adalah uang muka yang pembayarannya dilakukan secara tunai,pembayaran tersebut dilakukan saat ingin membeli barang atau asset yang memang nilainya cukup tinggi, atau mahal secara kredit.

Misalnya nih, saat kita ingin membeli asset mahal kendaraan atau property, nah kemungkinan besar system DP atau uang muka itu ada. Di dalam DP nih biasanya dilakukan saat barang yang akan kita beli belum terjadi serat terima atau jasa penjualan, namun kita hanya memiliki bukti akan DP yang bisa dipertanggungjawabkan antara penjual dan pembeli.

Nah, DP itu apakah termasuk bagian dari uang cicilan?. Perlu diingat ya, bahwasannya DP itu tidak termasuk bagian dari pembayaran cicilan pertama. Ketika motor atau barang itu diterima, maka sejatinya anda hanya membayar DP (uang muka) saja.
Nah untuk kasus seperti pembelian rumah bagaimana dong?. Terlebih jika DP (uang muka) yang ditawarkan juga masih sangat tinggi.

Iya sih, biasanya DP minimal untuk pembelian rumah bisa sampe 30 persen dari sejumlah harga total rumah. Wahh, tetep mahal juga ya. Missal harga rumah keseluruhan adalah RP.200 juta, maka kita harus nyiapin uang sejumlah RP.60 juta guna membayar uang muka nya.

Sebenarnya kebijakan mengenai 30 persen itu telah diatur oleh Bank Indonesia. Dalam Surat Edaran No 15/40/DKMP tanggal 24 september 2013. Meski begitu, ternyata keadaan ini masih tergantung dari developernya. Biasanya untuk cicilan DP atau uang muka, diatur oleh masing-masing developer guna memberikan solusi DP Rumah yang memang masih sangat tinggi untuk KPR dari Bank Indonesia. Cara ini disebut dengan kredit in-house. Model kredit ini sangat berbeda dengan KPR dan KPA. Karena kredit in-house bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi konsumen guna mencicil uang muka sebelum adanya akad kredit.
Lalu adakah keuntungan dari mencicil DP?

Ada kok. Dari adanya kebijakan developer inilah konsumen mampu mendapatkan keringanan dari kewajiban mengeluarkan uang muka yang nilainya masih sangat fantastis. Kita tahu kan tentunya keuangan setiap orang itu berbeda. Ada yang menganggap 30 persen itu masih sangat mahal, ada juga yang menganggap sedang atau wajar dan mampu, bahkan ada yang menganggap murah.

Nah, untuk kategori yang memang masih terbebani dan merasa mahal, kamu tetap bisa berkesempatan memiliki rumah dengan cara ini, pelan-pelan akan tergapai. Kamu juga bisa lho menikmati harga property di tahun kamu mengumpulkan DP, meskipun akadnya masih tahun depan. System praktik seperti ini biasanya sudah sering di terapkan oleh para investor yang memang tertarik pada sector properti.

Saatnya Kamu Beli Rumah Cicilan 2 Jutaan Depok Tanpa Riba 2022

Halo, Apa kabar semua??

Rumah cicilan 2 jutaan di Depok. Down Payment, yang merupakan uang muka diawal memang terkadang menjadi momok bagi sebagaian orang. Tidak jarang ada yang menggugurkan keinginan memiliki rumah, apartemen atau motor lantaran uang muka (DP) masih terbilang tinggi bagi mereka. Sudah tahu dong, untuk pembelian rumah berapa minimal yang harus dibayarkan sebagai uang muka?. Yups, sobat milenial, ada 30 persen, dan ini memang sudah menjadi kesepakatan dari Bank Indonesia. Tertulis di dalam Surat Edaran No 15/40/DKMP tanggal 24 September 2013. Jadi misalkan nih bayangannya harga rumah RP 300 juta, maka kalian harus siap uang muka senilai RP 90 juta. Bagaimana? Masih mahal kah uang mukanya?.

Rumah murah di depok cicilan 1 juta. Aturan tersebut ternyata mampu membuat mental beberapa orang menciut, bahkan terbilang sangat ngos-ngosan seperti marathon saja yaa, hehe. Maklumlah, aturan yang ketat KPR oleh BI mengenai besaran kewajiban uang muka yang harus dibayarkan memang terbilang masing sangat besar. Keadaan ini ternyata mampu terbaca oleh developer. Mereka ternyata mampu memahami keadaan-keadaan yang sedemikian, mengenai kesulitan yang dialami oleh calon pembeli. Wah, perhatian sekali, ya?. Dengan adanya kesadaran tersebut, maka developer memberikan tawaran dengan skema uang muka dicicil. Lhaaa, apa iya?. Apakah itu benar?. Iya, jawabannya benar. Lalu apa alasan yang mendasari mereka melakukan hal demikian?.

Rumah cicilan 1 jutaan di depok 2022. Nih, sebenarnya cicilan DP itu memang bagian dari inisiatif dari developer. Jadi ide tersebut memang digunakan untuk menyeimbangkan kebijakan yang sudah ada dan sangat ketat, yakni jumlah besaran uang muka 30 persen.pihak developer berharap bahwasannya, tawaran cicilan untuk uang muka (DP) mampu memberikan keringanan bagi konsumen yang memang terkadang lemes duluan, ingin menyerah setelah mengetahui sejumlah uang muka yang harus dibayar. Biasanya nih, konsumen akan antusias diawal, namun setelah mengetahui besarannya relatif tinggi, mereka akhirnya berfikir ulang, malah kemungkinan tidak jadi melanjutkan niatnya.

Jadi bagi kalian yang memiliki permasalahan mengenai finansial uang muka dan kalian masing menginginkan untuk membeli rumah, bisa juga nih dibicarakan baik-baik. Lalu apakah ada keuntungan mengikuti cicilan uang muka?.

Rumah cicilan 2 juta depok. Nih, dengan adanya cicilan uang muka, pembeli bisa memesan apartemen misalnya, meskipun belum memiliki dana yang cukup. Jadi dengan adanya program cicilan DP, sobat milenial sudah bisa memastikan mau mengambil unit apartemen yang mana. Dan biasanya mengenai harga memang sudah disepakati diawal, sehingga kalian tidak perlu merasa was-was, ragu atau ketakutan harga akan naik saat cicilan DP nanti selesai. Aman kan?. Disini kalian juga tidak kehilangan memiliki barang yang diincar, karena sistem pemesanan sudah ada. Beda, jika mungkin kalian tidak membicarakan permasalahan kalian mengenai uang muka DP yang terlalu besar, lalu kalian diam-diam mengundurkan niat itu ditahun-tahun berikutnya dengan alas an ingin mengumpulkan modal DP. Bisa jadi nanti kemungkinan yang di dapatkan adalah, apa yang kalian impikan sudah dimiliki oleh orang lain. Hehe, maka segeralah dilamar ya, eh dipinang maksudnya.

Dari sini juga, sobat milenial bisa belajar memaksa diri sendiri untuk menabung lho. Karena ada kesadaran memiliki tanggungan untuk melunasinya, maka kalian akan lebih tergerak deh untuk menabung. Kalau bukan demikian, mungkin akan malas menyisihkan sejumlah uang sesuai target.

Nah, dibandingkan dengan mengambil kredit langsung, resiko dalam melakukan cicilan DP lebih kecil. Karena misalnya nih kalau ada sesuatu yang terjadi dengan apartemen atau rumah yang hendak dibeli, maka resiko pembeli hanya sejumlah cicilan DP yang sudah dibayar. Sedangkan jika kalian itu memilih kredit KPR, mungkin resikonya adalah sejumlah pinjaman yang pasti lebih besar. Jadi mau bagaimana?

Selengkapnya>>>